Profil Pelatih : Antonio Conte

antonio-conte

Antonio Conte yang lahir pada tanggal 31 Juli 1969 di Lecce, Italia. Saat ini dia berusia 47 tahun merupakan mantan pemain sepak bola asli dari Italia. Dimana pelatih tersebut pernah bermain bersama U.S. Lecce dan Juventus. Dan dia pun turut serta di timnas Italia dengan 20 kali pertandingan dan 2 gol.

Conte yang membawa tim nasional Italia meraih runner-up di Piala Dunia 1994. Sebelum dia ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia, Conte menjabat sebagai manajer di Chelsea. Dia pun sukses memberikan Scudetto ke 28 atau ke 30 secara keseluruhan, bagi tim raksasa Italia, Juventus. Dan pada akhir 2015-16, Conte mendapatkan tawaran untuk melatih Chelsea.

antonio-conte
conte yang sedang mengatur tim asuhannya

Karir Antonio Conte Sebagai Pemain :

Lecce

Conte yang memulai karirnya sebagai pemain sepak bola, ketika itu dirinya masuk kedalam tim primavera Lecce di tahun 1985. Tidak lama kemudian, dia masuk ke dalam skuad utama Lecce yang berlaga di kompetisi Seri A pada tanggal 6 April 1986, saat timnya menghadapi Pisa.

Pada bulan November 1989, Conte mencetak gol perdananya di ajang Seri A saat Lecce berhadapang dengan Napoli, yang berakhir dengan kemenangan skor 3-2.

Juventus

Conte yang pindah ke Juventus pada jendela transfer musim dingin tahun 1991. Dalam laga perdananya yang membela Juventus, tampil begitu gemilang karena dia mainkan ketika timnya berhadapan dengan Torino. Dimana pertandingan itu bertakjub Derby della Mole pada tanggal 17 November.

Conte yang tampil degan peforma terbaiknya di tiap pertandingan, membuat dirinya terus berkembang dengan pesat. Dan dia merupakan salah satu pemain yang membawa kesuksesan Juventus meraih gelar juara Piala UEFA di musim 1992-93.

Pada musim berikutnya pun, gelar yang lainnya telah dia raih bersama Juventus. Ketika itu Juventus dilatih oleh Marcello Lippi, Conte yang sukses merauh gelar Scudetto, Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental. Dan dia dipilih sebagai kapten tim, ketika hengkangnya Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli pada tahun 1966.

Tim Nasional Italia

Antonio Conte bermain di timnas Italia tidak begitu terlihat kemampuannya, jika dibandingkan dia berkarir di klub. Conte pun hanya dua kali ikut serta di kompetisi besar, seperti Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 2000.  Di dua turnamen itu, timnas Italia harus menerima kekalahan dibabak final.

antonio conte
antonio conte

Karir Antonio Conte Sebagai Pelatih :

Selama Antonio berkarir sebagai pelatih sepak bola untuk klub, seperti Arezzo, Bari, Atalata Siena, dan Juventus. Terakhir dirinya melatih di Italia, bersama Juventus yang di tunjuk oleh Giuseppe Marotta pada bulan Mei 2011. Kala itu dirinya menggantikan pelatih Luigi Delneri yang tidak bisa memberikan Nyonya Tua gelar juara Liga Italia.

Saat itu, Conte yang terikat kontrak selama dua musim, yang mana kontraknya habis samapai dengan 2012-2013. Conte yang begitu dicintai oleh fans fanatik Bianconeri, karena dia merupakan mantan pemain Juventus. Dan dia pun juga mendapatkan sambutan meriah dari para Juventini ketika menandatangani kontrak.

Conte yang menjalani debutnya bersama Juventus dalam ajang Seri A pada tanggal 11 September 2011. Dalam laga itu, dia suskses meraih kemenangan saat menundukkan Parma dengan skor 4-1 di Juventus Stadium. Di tanggal 18 September 2011, Dia pun berhasil mengalahkan mantan timnya, Siena yang sebagai tim tuan rumah dengan kemenangan tipis 0-1.

Pada musim 2011-12, tim yang diasuhnya pun banyak menghasilkan imbang, namun Conte tetap mendapatkan pujian di beberapa mantan pemain dan pelatih bola Italia. Yang mana dirinya sempat dibandingkan dengan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

Conte yang dinilai mampu meningkatkan reputasi layaknya Mourinho, yang memiliki tekad sebagai peraih gelar juara dan kemampuannya dalam komunikasi dengan para pemainnya. Beda dengan Mourinho yang bermain lebih waspada dan bermain sepak bola dengan kasar, Conte pun lebih menyukai formasi 4-3-3 dan 3-5-2 yang sering dia gunakan.

Menjabat sebagai pelatih di Juventus, dia telah memberikan gelar juara seperti Seri A pada tahun 2012, 2013, 2013, Piala Super Italia satu kali di tahun 2012 dan r

Profil Pemain Alessandro Del Piero

del piero

Nama Lengkap Alessanndro Del Piero yang dikenal dengan Del Piero, pemain itu kelahiran pada tanggal 9 November 1974 di Veneto, Italia. Dan memiliki istri yang bernama Sonia Amoruso, serta memilki tiga orang anak.

Karir Del Piero Menjalani Sepakbola Profesional

Di usia 7 tahun, Del Piero sudah mulai bermain bola di klub San Vendemiano. Ketika itu, dia bermain sebagai kiper karena ibunya merasa bahwa posisi itu merupakan paling aman. Namun, sang kakak yang bernama Stefano melihat dengan adiknya lebih bagus dalam hal menyerang.

Dengan hal itu, Del Piero berpindah posisi menjadi striker. Dia pun bermain di tim muda Padova Calcio pada tahun 1988. Dan memiliki kesempatan untuk menjalani karirnyaa sebagai sepak bola profesional di tahun 1991 bersama Padova, yang bermain di Seri B Liga Italia.

del piero
selebrasi del piero setelah mencetak gol

Tampil gemilang bersama Padova, lalu dia resmi ke tim raksasa Italia yaitu Juventus pada tahun 1993. Pada bulan September 1993, debutnya bersama Juve ketika berhadapan dengan Foggia. Dan dirinya mencetak gol pertamanya, saat menghadapi Parma sebagai starter yang membuat hat-trick.

Dia mampu membawa Old Lady menjuarai Scudetto, dimana gelar pertamanya yang diperoleh pada tahun 1995. Dan pada musim berikutnya, dia ikut serta dalam ajang gelar Liga Champions dan Piala Intercontinental pada tahun 1996.

Del Piero yang diajak untuk bergabung dengan Juventus, saat itu bertemu dengan Giampiero Boniperti di makcomblangi. Yang mana, pertama kalinya datang ke Turin, Del Piero masih berusia 19 tahun yang dibawa ke Trophy Room Juventus.

Di dalam ruangan tersebut terdapat puluhan trofi yang sudah diraih oleh Juventus. Lalu presiden klub tersebut pun mengatakan : “Lihat banyak piala yang sudah kami peroleh, saya berharap kamu (Del Piero) mampu memberikan kemenangan lebih banyak lagi,” ucap Boniperti.

Meski dia masih muda kala itu, Del Peiro memiliki tekad dengan kalimat yang diucapkan oleh presiden. Lalu, terbukti bahwa dirinya telah bermain sebanyak 700 lebih pertandingan dan meraih sepuluh gelar di tiap kejuaraan untuk mengharumkan nama Juventus.

Debut Pertama Del Piero Membela Juventus

del-piero-juventus
del piero merayakan gol yang dicetaknya

Di pertandingan pertamanya pada tanggal 12 September 1993, ketika itu Del Piero menggantikan posisi Ravanelli di menit ke 74, Dimana dalam pertandingan itu berhadapan dengan Foggia. Di laga berikutnya, dia sukses membuat gol perdananya untuk Juventus dalam laga kontra Reggina.

Pemain itu pun menjadi andalan tim dan mendapatkan gaji fantastis dari klub, yang digunakannya untuk membeil sebuah mobil Lancia Delta Integrale yang sudah lama diinginkannya untuk dikendarai selama sepuluh tahun.

Del Piero Menjelma Menjadi Bintang di Juventus

Pada musim 1994-1995, merupakan musim kedua bagi Del Piero yang merubah dirinya sebagai pemain bintang yang dimiliki Juventus. Ketika itu masa kejayaan Juventus yang selama sembilan musim tidak menjurai gelar Scudetto.

Lalu, kepemimpunana Boniperti telah berganti dengan Triade (Mogi, Giraudo dan Bettega), termasuk pelatih Giovani Trapattoni yang dipecat Dan memberikan kepercayaan kepada Marcello Lippi. Tidak lama kemudia, Del Piero di promosikan dari Primavera untuk bermain dengan tim senior.

Yang mana ketika itu, Del Piero merupakan striker keempat untuk Juventus, dibawah seniornya seperti Roberto Baggio, Ravanelli dan Gianluca. Saat itu pelatih klub menggunakan formasi 4-3-3, yang mana Roberto Baggio sering cedara. Dengan itu diberikannya kesempatan Del Piero menunjukkan kemampuannya.

Di musim itu, dia telah bermain sebanyak 50 pertandingan dan menyumbangkan 11 gol di tiap kompetisi. Saat dirinya membela tim senior, dia mampu memberikan sebuah gelar Scudetto ke 23 untuk Juventus. Dan ketika Del Piero sedang berlibur yang menikmati status sebagai gelar juara.

Sang pemain tersebut mendapatkan sebuah kabar, yang mengejutkannya dari Italia. Bahwa klub yang dibelanya Juventus terlibat skandal Calciopoli, yang membuat timnya didegradasi dan bermain di Seri B Liga Italia.