Profil Pelatih : Louis Van Gaal

Nama lengkap pelatih kebangsaan Belanda, Aloysius Paulus Maria atau yang dipanggil akrab dengan Louis Van Gaal. Pria itu kelahiran tanggal 8 Agustus 1951, dan dirinya pun merupakan mantan pemain.

Van Gaal sempat menangani Ajax, Barcelona, AZ, Bayern Munchen, timnas Belanda dan Manchester United.  Dia merupakan salah satu sosok pelatih yang menghiasi dunia sepak bola, setelah dirinya memenangkan 20 penghargaan utama dalam karirnya sebagai pelatih.

Sebelum dirinya menjadi pelatih, Van Gaal berposisi sebagai gelandang bersama Royal Antwerp, Telstar, Sparta Rotterdam, Ajax dan AZ. Dia juga seorang yang memenuhi syarat untuk mengajar dalam pendidikan jasmani dan telah bekerja di sekolah tinggi selama berkarir sebagai pesepakbola semi-profesional.

Louis-van-Gaal
Van Gaal yang pusing menangani tim asuhannya

Awal Karir Louis Van Gaal

Louis Van Gaal yang lahir di Amsterdam. Semasa mudanya, dia mulai bermain dengan klub amatir Amsetrdam RSKV de Meer pada usia 20 tahun. Kemudian, dia bergabung dengan tim kedua klub Ajax, namun tidak pernah masuk dalam skuad utama. Karena terdapat pemain andalan  di tim Johan Cruyff dan Johan Neeskens yang menempati posisi lini tengah.

Lalu, Van Gaal pun dipindahkan ke Liga Belgia bermain di Divisi Pertama bersama Royal Antwerp. Ketika itu bermain di bawah pelatih Guy Thys, dia mampu membawa klub itu sebagai runner-up di divisi atas Belgia pada tahun 1974-1975. Selama empat musim dirinya bermain di klub tersebut, dia bergabung dengan klub AZ.

Pada tahun 1986, dia menjadi asisten pelatih. Setelah karirnya singkat di AZ, dia kembali ke Ajax yang menjadi asisten pelatih dari Leo Beenhakker. Tidak lama kemudian Van Gaal pun mengambil alih kepelatihan, karena Beenhakker kontraknya tidak di perpanjang.

Louis Van Gaal
van gaal yang memberikan syarat kepada tim asuhannya yang bermain dengan baik

Karir Louis Van Gaal Sebagai Pelatih

Ajax (1991-1997)

Van Gaal yang menjadi pelatih Ajax pada tahun 1991 hingga 1997, dimana karirnya begitu sukses menangani klub tersebut. Dibawah kepemimpinan Van Gaal, Ajax menjadi Eredivisie yang menjuarai tiga kali di tahun 1994, 1995 ( yang merupakan musim kejayaan bagi klub tak terkalahkan baik di liga dan Liga Champions) dan pada tahun 1996.

Dia pun sukses meraih Piala KNVB di tahun 1993 dan Johan Cruyff Perisai pada tahun 1993, 1994 dan 1995.  Diajang Eropa, Ajax pun meraih gelar juara Piala UEFA tahun 1992 dan Liga Champions tahun 1995 usai mengalahkan AC Milan di final.

Barcelona (1997-2000)

Di tahun 1997, Van Gaal dipercaya oleh klub raksasa Spanyol menjadi pelatih Barcelona ketika itu menggantikan posisi Bobby Robson. Dan dirinya telah memberikan dua kali gelar juara La Liga pada tahun 1997-1998, 1998-1999 dan satu kali Copa del Rey.

Meski Van Gaal terbilang sukses di Barcelona, namun dia berbeda pendapat dengan media yang terus memberikan kritikan kepadanya. Dia pun mengatakan sulit untuk menerapkan filosifi sepak bola di Barcelona karena perbedaan budaya.

Sehingga membuat ingin istirahat sebagai pelatih, seiring waktu berjalan dia pun ditunjuk sebagai pelatih timnas Belanda di tahun 2000-2002. Setelah dirinya hengkang dari klub Barcelona. Gagal memberikan yang terbaik untuk timnas Belanda, dia mengundurkan pada 31 Januari 2002 hingga digantikan oleh Dick Advocaat. Dan tidak lama kemudian, kembali melatih Barcelona.

Manchester United (2014-2016)

Van Gaal yang ditunjuk menjadi pelatih Manchester United untuk menggantikan kursi kepelatihan David Moyes, pada 19 Mei 2014. Dia pun menandatangani kontrak yang berdurasi tiga tahun, berlakunya setelah Piala Dunia 2014. Dia memilih Ryan Giggs sebagai asisten pelatih.

Banyaknya pemain terbaik yang dibawa olehnya di klub Manchester United seperti Ander Herrera, Luke Shaw, Marcos Rojo, Angel Di Maria, Radamel Falcao, Daley Blind. Dengan adanya pemain tersebut, Van Gaal gagal memberikan Manchester United gelar juara selama dirinya menangani setan merah.